Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyematkan tanda pangkat
di pundak 4 orang perwira remaja yang meraih prestasi terbaik dan penghargaan
Adhi Makayasa, baik dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akdemi
Angkatan Udara, maupun Akademi Kepolisian. Perwira remaja berprestasi tersebut
yaitu Sermatutar Tri Ageng Widhi Nugroho (Akmil), Sermatutar Anka Samudera
(AAL), Sermatutar Juliar Dwidya Firmansyah (AAU) dan Brigtutar Nahal Rizaq
(Akpol).
Para perwira yang dilantik langsung oleh Presiden itu terdiri dari 420 perwira
dari TNI dan 300 perwira dari Polri. Pelantikan 420 perwira dari akademi TNI itu
berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 50 TNI Tahun 2016. Selain itu,
300 perwira lain yang berasal dari adakemi kepolisian dilantik berdasarkan
Surat Keputusan Presiden Nomor 51 Polri Tahun 2016.
Dalam amanat nya, Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada para
perwira dari TNI dan Polri yang baru saja dilantik. Presiden juga mengingatkan
bahwa perjalanan mereka sebagai abdi negara dan masyarakat baru saja dimulai.
"Ingat bahwa perjalanan kalian baru saja dimulai. Perjalanan menjadi
perwira yang setia dan mengabdi kepada bangsa, negara, dan rakyat
Indonesia," ucap Presiden membuka amanatnya.
Siap Hadapi Tantangan di Masa Datang
Presiden menegaskan kembali bahwa reformasi di tubuh TNI dan Polri adalah kunci
menuju masa depan dalam menghadapi tantangan kedaulatan negara dan keamanan
yang perubahannya semakin cepat. Untuk itu, Presiden berpesan kepada para
perwira agar segera mempersiapkan diri untuk berbenah sehingga di kemudian hari
mampu menjadi penentu pelaksana reformasi di tubuh institusi masing-masing.
Tantangan kedaulatan dan ketertiban di dalam negeri yang akan dihadapi oleh
para perwira TNI dan Polri tersebut, Presiden melanjutkan, di antaranya yaitu upaya
pengeroposan nilai-nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme terkait
agama, terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan, dan
perdagangan ilegal.
"Di luar negeri, isu-isu seperti kompetisi global, permasalahan
perbatasan, konflik antarnegara, konflik intranegara, peperangan asimetris,
perebutan cadangan energi, perlombaan senjata oleh negara-negara berkekuatan
militer besar, maupun berkembangnya ISIS dan foreign terrorist fighters, menjadi isu-isu yang memberikan dampak
secara langsung maupun tidak langsung terhadap negara kita, Indonesia," tambah
Presiden.
"TNI dan Polri merupakan alat negara yang terdepan dalam menjaga
pertahanan dan keamanan NKRI. Oleh sebab itu, TNI dan Polri harus bersinergi,
harus berkoordinasi, harus bersatu bergotong royong untuk kepentingan bangsa,
negara, dan rakyat Indonesia. Hilangkan ego-sektoral, tingkatkan jiwa korsa
serta soliditas dan solidaritas TNI dan Polri," tegas Presiden.
Terhadap segala perubahan dan dinamika yang terjadi di lapangan, Presiden
kembali mengingatkan agar para perwira mampu bersikap responsif dan terus
meningkatkan kualitas kerja secara profesional. Selain itu, Presiden juga
berpesan agar seluruh pihak senantiasa menerima segala kritik yang ditujukan
kepada mereka dan mau memperbaiki diri.
"Ketika ada kritik dari masyarakat terkait kinerja TNI dan Polri, jadikan
itu sebagai masukan untuk perbaikan kinerja kita. Terus meneruslah memperbaiki
kualitas institusi agar TNI dan Polri mampu menyesuaikan diri dengan
perkembangan lingkungan strategis, baik pada lingkup nasional, lingkup regional
maupun global," jelas Presiden.
Saat menutup arahan nya, Presiden menghendaki segenap perwira untuk melaksanakan tugas, amanah, dan pelayanan secara profesional, proporsional, dan prosedural. Selain itu juga menjunjung tinggi ketentuan peraturan perundang-undangan, kode etik profesi, dan juga hak asasi manusia.
"Selamat bertugas para patriot muda! Selamat mengabdi pada Ibu Pertiwi!,"
tutup Presiden.
Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam
upacara tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal
Pol. Tito Karnavian, Menhan Ryamizard Ryacudu. Turut hadir dalam pelantikan
itu, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung
dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Saat tiba di Akademi Miter TNI Magelang, Presiden menuliskan pesan bagi Perwira
Remaja. “Jadilah perwira profesional yang tangguh, selalu dekat dengan rakyat,
melindungi rakyat. Dan selalu berjuang untuk kejayaan bangsa dan negara,†tulis
Presiden dalam pesan nya berdasarkan rilis dari Kepala Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. (Humas
Kemensetneg)